5 Trik Psikologi Marketing Yang Patut Dicoba untuk Bisnis Anda

Pernahkah Anda mencari tahu mengapa begitu banyak perusahaan makanan cepat saji menggunakan warna merah pada logonya? Banyak yang berpendapat bahwa secara psikologis, warna merah membuat orang merasa lebih lapar dan menggugah selera. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa itu hanyalah warna cerah yang bisa menarik perhatian. Tahukah Anda? Sebenarnya perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan strategi psikologi marketing untuk membawa pelanggan datang ke tempat mereka.

Psikologi marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang patut Anda coba. Terlepas dari berbagai teori bisnis dan marketing yang kita pahami, tentu kita tahu benar bahwa sebenarnya orang membeli barang didasarkan oleh ‘perasaan’ mereka. Jika Anda belum memahami dan belum mengetahui bahwa strategi ini mampu mempengaruhi publik melalui sisi emosional, maka wajar saja saat ini penjualan bisnis Anda menurun atau bahkan semakin buruk. Karena jika Anda menggunakan psikologi marketing ini dengan benar dan berhasil, tentu pemasaran Anda akan lebih mudah dan penjualan bisnis Anda semakin lancar.

Lalu, bagaimana cara untuk mengaplikasikan strategi ini dengan benar pada bisnis Anda? Jika Anda ingin memberikan kesan yang baik kepada pelanggan Anda dan ingin meningkatkan keberhasilan Anda dalam upaya marketing, 5 trik pemasaran psikologis ini layak banget nih untuk diterapkan. Apa aja sih? Simak, yuk!

1.   Temukan Cara Membangkitkan Emosional Calon Pelanggan

Apakah Anda pernah membeli sesuatu hanya karena barang tersebut bisa meningkatkan mood dan membuat Anda lebih bersemangat ? Sepertinya hal tersebut sudah banyak dialami oleh hampir semua orang. Karena menurut beberapa pakar, emosi adalah unsur yang diperlukan dan paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dimana pertimbangan seperti tentang spesifikasi, fungsi dan hasil teknis lainnya akan kalah oleh emosional seorang pembeli.

Jadi, dibandingkan memberi tahu pelanggan tentang betapa hebatnya produk Anda dengan fitur ataupun spesifikasinya, akan lebih baik jika Anda memberi tahu mereka bagaimana produk Anda akan membuat mereka merasa senang, puas dan nyaman ketika mereka menggunakannya. Karena ketika Anda berhasil membangkitkan sisi emosional konsumen, mereka akan cenderung loyal dan membentuk koneksi pribadi dengan brand Anda. Hal ini tentunya akan berdampak pada peningkatan penjualan dan konsumen pun merasa puas.

2.   Tunjukkan Rekam Jejak Bukti Sosial (Testimoni, Ulasan, Rating)

Pernahkah Anda melewati sebuah restoran baru di lingkungan sekitar, lalu melihat antrean pengunjung yang panjang di pintu restoran?, pasti akan muncul di benak Anda “Wah, restoran itu pasti enak! Kita harus pergi kesana dan coba!”. Nah, itu adalah salah satu contoh dari bukti sosial. Dimana ketika publik atau masyarakat melihat suatu toko, produk atau bisnis disukai oleh banyak orang, maka produk atau layanan bisnis tersebut akan mendapatkan nilai lebih besar dibandingkan yang lainnya.

Terlebih di jaman sekarang ini fakta membuktikan bahwa pembeli cenderung akan membaca ulasan, rating atau testimoni suatu produk sebelum mereka memutuskan membelinya. Ini merupakan salah satu kekuatan bukti sosial, dengan menunjukkannya di akun media sosial atau situs web bisnis Anda, maka tinggi kemungkinan calon pelanggan akan mengantre untuk bisa membeli produk atau jasa bisnis Anda. Walaupun pada awalnya mereka hanya penasaran, namun bukti sosial yang baik bisa meningkatkan rasa ingin tahu pelanggan Anda.

3.   Bangun Kesan “Takut Ketinggalan” akan Produk yang Anda Jual

Istilah “Takut Ketinggalan” atau yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO) dalam bahasa inggris, adalah ungkapan populer dalam budaya konsumtif saat ini. Contohnya adalah orang yang tidak bisa berhenti melihat atau mengecek info smartphone terbaru karena mereka merasa takut ketinggalan informasi tentang hal tersebut. Tetapi sebenarnya dalam bisnis Anda juga bisa menerapkan FOMO untuk menarik pelanggan agar membeli produk Anda.

Salah satu pengaplikasian FOMO, yaitu bisa dengan menggunakan kata “Jangan Lewatkan!” pada promosi produk Anda. Bisa juga dengan menawarkan produk “Limited Edition” atau edisi terbatas, hal ini bisa mendorong pelanggan untuk tidak ingin terlewatkan dan membeli produk Anda dengan segera. Itu adalah tanda bahwa Anda berhasil meyakinkan dan membuat urgensi penjualan suatu produk dalam waktu singkat di benak konsumen. Contohnya yang saat ini sering dilakukan adalah membuat kupon diskon untuk waktu yang terbatas, atau Flash Sale.

4.   Gunakan Teknik Resiprokal

Yang dimaksud dengan Psikologi resiprokal adalah ketika seseorang memberi kita sesuatu, secara sadar atau tidak kita merasa ingin mengembalikan sesuatu kepada mereka. Sebagai contoh, pernahkah Anda ditawari sampel sebuah produk secara gratis ketika Anda pergi ke departement store dan merasa ada beban atau berkewajiban untuk membeli produk tersebut setelah mendapatkan sampel. Teknik ini bisa Anda gunakan untuk meningkatkan penjualan, bahkan bisa diaplikasikan dalam bisnis berbasis online.

Dalam bisnis online, Anda bisa menawarkan free trial atau bonus pemakaian gratis selama 14 hari. Setelah konsumen merasa cocok dan puas dengan produk trial yang Anda berikan, mereka cenderung akan langsung membeli produk full version brand Anda. Bahkan Anda bisa memberikan hadiah gratis pada waktu tertentu untuk pelanggan, hal ini memungkinkan mereka untuk membalasnya dengan menjadi pelanggan setia bisnis Anda.

5.   Terapkan Metode Goldilocks

Mereka yang terkena Goldilocks Effect bukan mencari opsi produk termurah ataupun termahal, tetapi mereka mencari yang tepat dan benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Salah satu contohnya adalah ketika Anda pergi ke sebuah restoran ala Jepang. Lalu ada menu utama yaitu rice bowl namun dengan beberapa pilihan varian topping berbeda. Setiap konsumen pastinya memiliki selera yang berbeda-beda, dengan memberikan opsi tersebut, konsumen akan memainkan Goldilocks Effect dan akan memilih topping yang sesuai selera mereka. Atau, Anda bisa memberikan tanda “Best Seller” atau “Menu Favorit” untuk meyakinkan pelanggan ketika memilih produk di menu Anda.

Menampilkan produk bisnis Anda dengan strategi ini adalah cara yang bagus untuk mengarahkan konsumen kepada kebutuhan mereka akan produk Anda. Dibandingkan pembeli memilih opsi produk termurah atau termahal, Anda bisa meningkatkan penjualan dengan menonjolkan produk terbaik Anda.

Meskipun  strategi pemasaran berbasis psikologi ini bukanlah satu-satunya cara, namun cara ini terbukti efektif dalam memikat calon pelanggan. Dengan memaksimalkan eksekusi kelima tips tersebut, Anda bisa merebut hati pelanggan, mengembangkan brand dan meningkatkan penjualan bisnis Anda.