Bismillahirrahmaanirrahiim.

Menentukan nama untuk membangun brand sebuah bisnis atau produk adalah sebuah keharusan. Karena nama tersebut akan menjadi identitas yang nantinya terus melekat dan menjadi wajah bisnis Anda. Jika ingin brand atau produk tersebut mudah dikenal konsumen, maka Anda harus bisa memilih atau menciptakan sebuah nama yang menarik, unik dan juga mudah diingat.
Namun, bagaimana jika ternyata nama yang Anda ciptakan itu adalah sebuah kata yang tak wajar dan ‘nyeleneh’ ?
Apakah bisa mempengaruhi bisnis Anda?
Khususnya sebagai seorang muslim, bagaimana jika kita memakai nama yang tak seharusnya sebagai brand atau nama produk?
Akankah mempengaruhi kesuksesan dan keberkahan bisnis yang Anda jalani?

Yuk kita bahas disini bareng-bareng..

Saat ini sangat banyak dan mudah kita temui, para pengusaha mencantumkan nama yang tak biasa untuk menarik perhatian calon konsumennya. Bahkan tak jarang mereka menggunakan nama tak wajar, seperti salah satu nama brand usaha kuliner yang mungkin pernah Anda temui, yaitu ‘Rawon Setan’. Atau nama penawaran sebagai promosi sebuah restoran yang berupa sebuah singkatan yaitu ‘Promo Maksiat’ alias Promo Makan Siang Hemat, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sekilas terdengar aneh ditelinga kita ya?
Dengan begitu kreatifnya sampai memilih nama-nama tersebut untuk memikat pelanggannya. Hal ini menjadi sebuah fenomena yang marak terjadi namun karena minimnya pengetahuan kita, semua itu kita anggap biasa-biasa saja.

Namun jika kita lihat dari kacamata Islam, bolehkah nama yang bermakna buruk dan Allah benci kita gunakan?. Sebenarnya hal ini harusnya tidak dilakukan, sebab dikhawatirkan akan menimbulkan kemudharatan bagi pembeli produk tersebut dan juga pemilik bisnis itu sendiri. Dan memberi nama yang baik untuk sesuatu yang baik, dan memberi nama yang buruk untuk sesuatu yang buruk, bagian dari mengikuti petunjuk Allah. Sebaliknya memberi nama yang buruk untuk sesuatu yang Allah halalkan, bisa termasuk menghinakan rizki yang Allah berikan.

Dalam Fatwa Islam dinyatakan,

إطلاق أسماء الأشياء التي يبغضها الله تعالى على الأشياء التي أباحها ؛ فهو فعل يحتوي على استهانة بشرع الله تعالى وعدم التعظيم لأحكامه ، وهذا مناف لتقوى الله تعالى

Menyebut sesuatu yang Allah halalkan dengan menggunakan istilah sesuatu yang Allah benci, perbuatan semacam ini termasuk meremehkan aturan Allah dan tidak mengagungkan hukum-hukum-Nya. Dan ini bertentangan dengan sikap taqwa kepada Allah. (Fatwa Islam, no. 234755).

Bisakah Anda bayangkan jika nama itu menjadi sebuah doa, maka apakah masih mau Anda menggunakannya? Jika ditanya seperti itu, saya yakin Anda akan menjawab tidak. Karena sejatinya kita berbisnis tak hanya untuk mendapatkan untung dan pelanggan yang banyak saja, tapi juga mengharapkan ridho dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Bagaimana bisa bisnis kita Allah limpahkan keberkahan didalamnya, jika nama-nama yang kita gunakan saja bukan nama yang bermakna baik dan jauh dari cerminan seorang muslim. Sudah sepatutnya sebagai pengusaha muslim, semampu mungkin kita menjalankan bisnis sesuai syariat Islam yang Allah tetapkan, termasuk soal menentukan nama brand atau produk bisnis Anda.
Yuk mulai perbaiki jika mungkin hal ini terjadi di bisnis Anda, dan bantu mengingatkan jika terjadi pada saudara-saudara Anda. InsyaAllah masih banyak pilihan nama baik lainnya yang bisa dijadikan brand atau nama produk Anda, yang tentunya juga bisa menarik pelanggan membeli produk tersebut.

Semoga informasi ini bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab