Terkisah oleh sahabat Amr bin Ash Rodiallahu anhu. Beliau pernah bercerita, bahwa Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus beliau untuk memimpin sebuah peperangan. Setelah menang dan mendapat harta ghonimah (rampasan perang), Rosulullah memberikan sebagian jatah untuknya. Namun beliau menolak.

“Ya Rosulullah, aku masuk Islam bukan untuk mencari harta, tapi aku masuk Islam karena mencintai Islam dan agar aku bisa bersama utusan Allah.”

Kemulian hati Amr bin Ash, dalam menjaga niat tulusnya dalam berislam untuk tidak menerima harta ghonimah, Rosul jawab dengan jawaban yang begitu agung. Jawaban cantik tanpa menyakiti kemulian hati sahabatnya.

Rosulullah menjawab: “Wahai Amr, sebaik-baiknya harta adalah harta yang sholeh, yang dipegang oleh orang yang sholeh (HR. Ahmad 18236 & Ibnu Hibban 3210)

MasyaAllah, Maha besar Allah yang menghadirkan Rosul dan para sahabatnya penuh kemuliaan. Sehingga kita memiliki benchmark (contoh) yang sangat layak untuk kita ikuti.

Sahabat KPM,

Jika harta di dunia ini lebih banyak dipegang oleh orang dzolim dan ahli maksiat, maka harta tersebut besar kemungkinannya digunakan untuk  memperbesar kedzoliman dan kemaksiatannya. Sehingga dunia kita penuh kedzoliman dan kemaksiatan.

Jika harta di dunia ini lebih banyak dipegang oleh orang sholeh yang takut kepada Allah, niscaya harta tersebut akan digunakannya untuk banyak kebaikan. Sehingga dunia kita akan penuh dengan kebaikan dan kedamaian. Penuh Rahmat bagi semesta alam.

Sahabat KPM,

Muslim harus berani kaya. Berani berjuang menjadi kaya. Berani pantang menyerah menghadapi banyak ujian dan rintangan untuk menjadi kaya. Berani demi harta ada di tangan orang-orang mulia.

Dengan harta kita bisa melakukan banyak kebaikan dan mencegah kemaksiatan. Dengan harta kita bisa mengubah dunia. Dengan harta semoga kita bisa mati mulia dan masuk surga.

Faisal Ramli
Mentor Kampus Pengusaha Muslim