Strategi Konten Digital Marketing Di Bulan Ramadhan Jadi Viral

Bulan Ramadhan kini telah tiba, bulan yang dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia termasuk Indonesia. Banyak hal yang mempengaruhi tatanan hidup masyarakat selama sebulan kedepan. Mulai dari aktivitas sehari-hari sampai perilaku online. Meskipun dalam kondisi pandemic Covid-19 yang sedang terjadi hampir di seluruh Negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, bulan Ramadhan yang kali ini tak biasa ini tetap diyakini menjadi bulan meningkatnya perilaku konsumtif masyarakat terutama di mobile platform. Keinginan berbelanja meningkat dari bulan lainnya ini dikarenakan Indonesia memiliki lebih dari 55 juta pengguna smartphone. Lebih dari 60 % penduduk negara ini menggunakan smartphone, dan sekitar 17 % mengakses internet via desktop.

Berdasarkan survei Snapcart,

  • Sebanyak 66% pembeli e-commerce memanfaatkan promosi pada Ramadan tahun 2018.
  • Jenis promosi yang paling disukai adalah adanya diskon khusus Ramadan yaitu sebanyak 29%.

Perubahan perilaku konsumen Indonesia selama bulan Ramadhan ini kemungkinan diakibatkan oleh berubahnya pola makan, berubahnya aktivitas harian, atmosfer religius, dan tradisi ramadhan selama satu bulan penuh. Hal ini tentu saja harus diperhatikan oleh para pelaku usaha agar dapat membuat strategi kampanye marketing yang efektif, khususnya menggunakan digital marketing.

Hari-hari menjelang Ramadhan adalah salah satu masa belanja online tersibuk, ini membuat banyak pelaku bisnis tergiur memanfaatkan kesempatan buat menyusun strategi digital marketing dengan tren yang ada untuk meningkatkan nilai jual mulai dari m-commerce sampai e-commerce. Terlebih dengan anjuran pemerintah untuk masyarakat melakukan gerakan social distancing dan #dirumahaja , hal ini merupakan salah satu faktor pendorong yang memicu konsumen untuk lebih banyak berbelanja secara online dan menjadi peluang yang besar bagi para pelaku usaha online.

Meskipun pergerakan pasar di masa sekarang sangat tinggi, banyak pelaku bisnis yang masih kurang yakin tentang bagaimana strategi pemasaran m-commerce dan e-commerce serta kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi di dalamnya.

Perubahan perilaku konsumen di bulan Ramadhan nyatanya cenderung memberikan efek yang positif kepada sector bisnis. Bahkan Direktur Retail Measurement Service Nielsen, Yongky Susilo mengatakan, “Bulan Ramadhan adalah bulan penting bagi para pemilik bisnis/perusahaan. Mengabaikan konsumen di bulan Ramadhan sama halnya dengan mengabaikan mereka setahun ke depan.”

Bulan Ramadhan adalah saat yang tepat bagi para pemilik bisnis atau perusahaan untuk meningkatkan brand awareness produk. Untuk itu, kali ini kami akan berbagi 3 strategi ala KPM bagaimana meningkatkan digital marketing di bulan Ramadhan dan waktu yang tepat untuk memanfaatkannya :

  • Buat konten bernuansa Islami

Credit : twitter.com/jd.id

Sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, salah satu strategi yang biasa dijalankan perusahaan teknologi tanah air adalah dengan menghadirkan konten bernuansa Islami. Seperti promo menu buka puasa/sahur, tips berpuasa dan ibadah selama Ramadhan #dirumahaja, bahkan mengadakan donasi kepada yang membutuhkan. Baik berupa gambar maupun video komersil ramadhan hingga lebaran.


Mimin punya tips nih, waktu yang akurat untuk menumbuhkan awareness kepada calon konsumen yaitu pada pukul 12.00 hingga pukul 15.00. Catet yah teman-teman J

  • Prime time” di waktu istirahat siang

Credit : cantik.tempo.co

Penduduk dunia rata-rata menggunakan media sosial selama 2,38 jam dalam satu hari, Indonesia mencatat waktu selama 3,25 jam per hari. Dengan rata-rata user merupakan penduduk yang berusia 16-24 tahun. Mereka paling antusias terhadap media sosial dan menjadi pasar yang tumbuh paling cepat. Google juga pernah merilis sebuah riset yang menyatakan selama bulan Ramadhan akan ada peningkatan aktivitas masyarakat Indonesia di dunia maya pada waktu istirahat siang. Beberapa start-up menyatakan ada lonjakan pembelian produk pada situs mereka pada jam 10.00 – 15.00 dan banyak masyarakat melakukan donasi serta like di sosial media saat istirahat siang. Hal ini tentu menandakan kesempatan baik untuk mengeluarkan promosi real time yang menarik pada waktu tersebut.

  • Memaksimalkan promosi di perangkat mobile

Credit : gizmologi.id

Menurut Google, selain untuk memperbaiki diri, masyarakat Indonesia juga memanfaatkan momen bulan Ramadhan untuk berbelanja. Ada lima jenis barang yang mengalami lonjakan pencarian signifikan saat Ramadhan, yaitu fashion, paket hadiah atau parcel, smartphone, pulsa telepon, dan perangkat elektronik.

Apabila ingin menjual barang-barang tersebut, teman-teman harus mengingat untuk memanfaatkan promosi di perangkat mobile. Rancang lah usaha kalian di bulan Ramadhan dengan promosi yang relevan dan sesuai, seperti diskon atau tawaran cashback pada waktu puncak pembelian. Yaitu masa-masa menjelang lebaran, akses internet lewat perangkat mobile akan naik sekitar 81%.

Setiap jenis startup atau perusahaan punya cara yang berbeda-beda untuk menarik hati pelanggan. Namun selama bulan Ramadhan, mereka sama-sama harus mampu menyesuaikan strategi mereka, pandai melihat kesempatan seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat Indonesia di bulan suci yang tak biasa di tengah pandemic ini.

Demikian, 3 strategi terkait konten digital marketing yang bisa dicoba untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan selama bulan Ramadhan.

Semoga bermanfaat yaa..