Tips Berdagang Laris Ala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dalam kondisi ekonomi dan bisnis yang kini sedang sulit, banyak pengusaha gelap mata. Melakukan berbagai cara jahat maupun menyimpang dari ajaran Islam agar barang dagangannya laris lagi dan omzet tetap naik. Padahal gak perlu pakai cara tak lazim agar bisnis berkembang pesat. Jadilah pengusaha seperti Nabi Muhammad SAW. Menjalankan usaha dengan cara baik, benar, dan pastinya sesuai syariat Islam.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Baihaqi, menyatakan bahwa salah satu pekerjaan yang dianjurkan untuk dilakukan umatnya adalah berdagang. “Sesungguhnya sebaik-baiknya usaha adalah usaha berdagang.”, tuntunan Rasulullah ini bisa dijadikan teladan bagi kita semua yang mungkin baru ingin memulai usaha. Sebagai umatnya, sebaiknya kita juga memperhatikan dan meneladani seperti apa cara Rasulullah berdagang. Mulai dari bagaimana sikap yang ditunjukkan Rasul saat berdagang sampai cara Rasul mengatur dagangannya.

Mau kan usahanya bisa laris, berkah dan sesuai yang dicontohkan Rasulullah?? Yuk, simak tips berikut ini.

  • Senantiasa Bersikap Jujur

Rasulullah dikenal dengan kejujurannya, termasuk dalam hal berdagang. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengurangi takaran pada dagangannya, justru menambahkannya agar pembeli merasa senang dengan pelayanannya. Beliau juga selalu mengatakan kelebihan dan kekurangan pada kondisi barang dagangannya kepada pembeli, tak ada yang ditutupi.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.”

  • Tidak Mudah Putus Asa

Sikap ini sangatlah diperlukan ketika menjalankan usaha apapun. Seorang pedagang (pengusaha) tidak akan berhasil jika ia mudah putus asa. Yang perlu diingat dalam setiap usaha adalah semuanya selalu membutuhkan proses. Dalam perjalanannya, beberapa hambatan dan rintangan bisa saja menghadang kita.

Begitu pula dengan berdagang. Mungkin kita butuh waktu panjang untuk mendapatkan keuntungan yang sesuai harapan dan cukup secara materi. Namun, yang harus diingat dalam menjalaninya adalah terus berusaha dan jangan mudah menyerah. Terlebih lagi Allah sudah menjanjikan nikmat dan rahmat untuk hamba-Nya yang terus berusaha.
“…Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

  • Menjual Barang Dagangan dengan Kualitas Terbaik

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjual barang yang cacat dan rusak karena hal tersebut akan merugikan pembeli. Karenanya, beliau selalu berusaha menjaga kualitas dari barang dagangannya dengan kualitas terbaik.

Dalam sebuah hadits riwayat Ibn Majah, Uqbah bin Amir pernah mendengar Rasulullah berkata, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan.” (HR. Ibn Majah).

  • Ambil Keuntungan Sewajarnya

Setiap pengusaha pasti mengharapkan untung dalam usahanya. Namun, tidak jarang hal ini membuat pedagang mengambil keuntungan atau laba terlalu tinggi tanpa memikirkan pembeli.

Semasa berdagang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan modalnya dengan jujur ketika ditanya oleh pembeli. Karena cara berdagang Rasulullah tidak hanya untuk meraih materi semata, melainkan juga untuk mendapatkan berkah Allah Subhanahu wa ta’ala.

Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu kebahagiaan pun di akhirat.” (QS. Asy-Syuraa: 20).

Yuk teladani sifat dan sikap Rasulullah dalam berniaga, insyaAllah bisnis laris dan berkah. Dan kamu bisa menjadi pengusaha sukses yang penuh manfaat. Aamiin ya Robbal’alamiin.